
Jogjakarta, 14 Mei 2009
"A Girl On The Run" adalah sebuah pertunjukan musik dari Frau, seorang solo pianis muda yang bernaung dibawah asuhan label Music Box Records. Acara ini akan dilaksanakan Music Box Records di Auditorium Lembaga Indonesia Perancis di daerah Sagan, Yogyakarta. Pertunjukannya sendiri akan disuguhkan dua kali pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2009, yaitu pukul 19.00-20.00 untuk pertunjukan pertama dan dilanjutkan pada pukul 20.30-21.30 untuk pertunjukan kedua. Tiap pertunjukan disediakan 150 kursi dengan tiket Rp10000 untuk tiap kursinya.
Acara yang digagas oleh Timoteus Anggawan Kusno(pimpinan produksi pertunjukan & art director Music Box records) dan Nicodemus Freddy Hadiyanto (kurator musik Music Box records) ini berangat dari ide besar untuk mengangkat sebuah persinggungan unik antara seni pertunjukan, seni rupa, dan seni musik dalam sebuah pertunjukan musik pop. Gagasan tersebut kemudian direspon baik oleh beberapa rekan seniman yang kemudian bergabung menjadi tim artistik acara ini, yaitu Teguh Hari, Andy Seno Aji, dan Jamaludin Latief (Teater Garasi).
"A Girl On The Run" adalah sebuah pertunjukan musik yang akan bercerita tentang anak muda di tengah dunia yang bergerak. Seorang gadis yang berada di tengah-tengah lingkungan yang terus berubah dan dinamis. Seorang gadis yang memiliki imajinasi-imajinasi unik bersama pianonya sebagai tempatnya berlari dan menemukan dirinya di tengah dunia yang tak pernah berhenti bergerak. Dengan cara bertutur yang unik melalui musik ini Frau sebenarnya ingin menawarkan sebuah kondisi kehangatan, sebuah relaksasi. Seperti sebuah ajakan dari seorang kawan lama untuk berbincang santai sambil minum teh.
Pertunjukan musik pop ini akan menyuguhkan sebuah proses kolaborasi unik antara Frau (musisi), Bengkel mime (pantomim), dan bentuk-bentuk seni visual yang dirancang dinamis di atas panggung sebagai serangkaian set artistik. Dalam pertunjukan ini, Frau akan memainkan lagu-lagu dari album "Starlit Carousel"-nya. Layaknya sebuah pertunjukan teatrikal, pertunjukan musik ini memang dikemas cukup unik dengan alur, pembabakan, dan dramaturgi yang berangkat dari lagu-lagu dan lirik Frau. Skenario yang disusun berangkat dari komposisi musik dan lirik yang dinyanyikan, menceritakan tentang anak muda di tengah dunia yang bergerak. Sedangkan pembabakan yang ditawarkan akan berangkat dari lagu-lagu yang telah disusun sebagai sebuah alur cerita. Berangkat dari lirik dan musikalisasi tersebut, Bengkel mime akan merespon secara koreografis terhadap musik. Elemen-elemen artistik yang membangun pertunjukan ini juga akan merespon musik secara koreografis sesuai konsep, mood, dan ide cerita lagu.
Dalam salah satu sesi di pertunjukan ini, Frau juga akan berkolaborasi dengan seorang pianis wanita lain, yaitu Nadya Octaria Hatta, dan sang ibunda, Joan Suyenaga, yang akan bermain rebab (alat musik tradisional jawa). Pertunjukan ini akan dibuka oleh Armada Racun (Yogyakarta) dan The Trees and The Wild (Jakarta), yang akan bermain musik secara akustik di pelataran luar Lembaga Indonesia Perancis sebelum pintu ruang pertunjukan "A Girl On The Run" di buka di tiap jadwal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar